Aku, Remaja dan Dinamika Penanaman bibit pohon (Etnografi)
Penanaman Bibit Pohon Remaja Peduli Kampung
Berjalan & Belajar
➽ Berjalan bukan hanya berjalan lurus tetapi bisa juga berjalan di pendakian gunung melewati bebatuan dan pepohonan yang mengajarkan kita kekuatan, kekompakan dan kebersamaan.
➽ Belajar bukan hanya belajar itu di dalam ruang yang formal tetapi belajar mengajarkan kami arti alam raya sekolahku dengan melakukan usaha penanaman bibit pohon yang kami sadar bahwa berbuat hal kecil namun berdampak positif untuk keberlansungan ekosistem alam dan bumi.Tetap semangat remaja peduli kampung untuk terus berkontribusi positif.
Penanaman bibit pohon ini telah direncanakan dari jauh hari. mulai pada setelah evaluasi di takalar dua minggu sesudah rapat evaluasi tahunan di takalar kami memastikan bahwa akan melakukan penanaman bibit pohon ini. merencanakan dua kali rapat persiapan, satu kali rapat pemantapan kami pun mempersiapkan segalanya untuk kegiatan ini mulai dari persiapan pengumpulan dana, memusyawarahkan keberangkatan, memikirkan sitausi dan kondisi di lapangan karena mengingat pada bulan maret ini akhir penghujung hujan, membicarakan soal ransum, mencari peralatan mendaki gunung dan alat dan bahan untuk penanaman. saya sampaikan selalu pada saat rapat bahwa, ketika ada urusan sekolah harus urusan sekolah yang di utamakan. Pada saat memusyawarahkan perempuan tidak dibiarkan ikut oleh Pembina karena menurutnya banyak pertimbangan mulai dari persoalan sekolah teman teman, dan cuaca. “katanya ketika ada perempuan yang ikut berarti ia hanya senang ketika bersama dengan laki laki disana”. Saya mulai berfikir bahwa kita tidak akan melakukan hal itu justru malah kita harus saling menjaga.
Penanaman bibit pohon ini dilakukan di Lembah Ramma Kecamatan Malino Kabupaten Gowa. agenda ini dilakukan pada hari jumat sampai minggu, tanggal 15 sampai 17 maret 2019. dengan mulai merencanakan jum’at malam kami berangkat setelah mahgrib kami sampai di Lembanna sekitar pukul 11:00 malam wita kemudian akan Camp di sana, paginya kita akan packing bersiap siap dan melanjutkan perjalan ke Lembah Ramma munkin sampai di Lembah Ramma sekitar pukul 15:00 sore hari kemudian camp disana setelah camp kami akan membicarakan bersama, survivor sebaiknya dimana untuk melakukan penanaman, malamnya malam minggu kita akan diskusi sembari itu membuat api unggun, minggu pagi kami melakukan penanaman bibit pohon, lalu sesudah penanaman kita packing untuk pulang kita harus sampai di lembanna sekitar pukul 18:00 wita.
Kawan kawan yang akan berangkat dalam kegiatan ini. Reski sebagai ketua adam wakil ketua ia dilema, antara pergi atau tidak karena pada saat yang sama dia kerja tapi dia mencari cara agar bagaimana ikut dalam kegiatan ini, saya ingatkan selalu sebagai teman kamu aku harus melihat dari sisi yang lain. kamukan kerja kamu seharusnya lebih mementinkannya. tapi pada saat itu adam bersih keras untuk tetap ikut dalam kegiatan ini, akhirnya dia memutuskan untuk ikut dalam kegiatan ini dengan segala resiko yang akan dia emban. kemudian asdar ia sebagai sekretaris, Aslan sebagai koordinar humas ia yang mengusulkan agenda ini, ikut juga anggotanya di bidang humas akram, eci dan adira tiga orang ini anggota baru sementara proses beradaptasi di rpk. lalu ikki dari bidang minat bakat dia perdana mendaki gunung kemudian dari bidang Kelompok Belajar Anak (KBA) Imam juga Pemula ikut juga asri dengan asding anggota termuda rpk dan acca yang sementara ingin bergabung di rpk ia juga ikut dalam agenda. perempuan yang masih ambigu antara ikut dan tidak dalam kegiatan ini ia ingin sekali ikut tapi pembina melarangnya ikut tentunya saya sebagai ketua merasa bimbang dalam posisi seperti ini karena menurut saya kegiatan yang akan dilakukan ini jelas tujuannya dan sangat bermanfaat untuk lingkungan serta mahluk hidup. aku mengingat waktu ingin berkontribusi di rpk tidak ada yang memaksa saya untuk bergabung di disana memang keinginan dalam hatiku, setidaknya apa yang saya pelajari selama bermahasiswa mengenai tentang organisasi bisa juga saya bagikan ke adik adik remaja peduli kampung. perempuan yang berencana ingin mengikuti penanaman bibit pohon ebhy tapi dia dilarang oleh orangtuanya kebetulan ibu ebhy salah satu Pembina di rpk, karena alasan cuaca. fitry ia ingin sekali ikut kegiatan tapi ia down karena pembina katanya fitri pergi kalau kegiatan seperti ini tapi kalau kegiatan yang lain ia tidak pernah mengikuti prosesnya, ahkirnya fitri risih dengan argumen seperti itu dia memutuskan untuk tidak ikut. uni juga yang ingin sekali ikut tapi ia juga tidak dibiarkan oleh Pembina katanya ada beberapa pertimbangan bahaya kalau ikut uni? kemudian nur yang juga ingin sekali ikut dalam kegiatan ini, tapi saya tahu pasti bahwa nur sudah bermasalah dengan kami waktu kegiatan evaluasi di takalar saya dengan dgnu pergi menghadap ke tempat pklnya dan sekolah, awalnya saya tidak membiarkan anak ini ikut tapi ia juga seakan menyalahkan saya yang terlalu khwatir dengan keadaanya padahal sesungguhnya ia tidak.
Sampai pada hari jum’at Pembina masih bersih keras agar tidak bisa mengikutkan perempuan dalam kegiatan ini. aku merasa sangat tertekan dalam sitausi ini dimana saya harus mendegar nasehat dari Pembina untuk tidak mengikutkan perempuannya khususnya uni dengan nur, di sisi lain aku sudah janji dengan nur bahwa akan membawakan surat izin ke tempat pklnya. Uni yang katanya sudah dapat izin dari orangtuanya juga tidak dibiarkan mengikuti penanaman bibit pohon ini. sore hari bertepan juga dengan pelantikan Pengurus Pusat Gerakan Aktivis Mahasiswa Periode 2019-2021 aku harus meluangkan waktu untuk kesana karena ini juga penting sehingga silaturahim dengan teman teman disana tetap terjaga meskipun saya tidak terlalu lama disana, akhirnya saya memercayakan aslan untuk kemudian memepersiapkan segala sesuatunya kegiatan ini.
Sore harinya beranjak untuk segera ke tempat Praktek kerja lapang (pkl) nur yang dari tadi mencari aku untuk segera datang ke tempat pkl ia, supaya bisa di izinkan memang aku telah berjanji sebelumnya dengan nur bahwa apabila dari tempat pkl kamu tidak membiarkan berarti kamu jangan ikut tapi apabila kamu di restui oleh bosmu berarti kamu boleh ikut dan ia mengiakan hal itu. dengan modal jujur kesana sekaligus ingin memperbaiki silaturahmi dengan pemilik butik atau bos nur yang pernah kutemani bermasalah, saya datang baik baik kesana menceritakan semua dengan jelas maksud dari kegiatan ini dan akhirnya nur dizinkan ikut dalam agenda ini dengan catatan nur harus masuk pkl hari senin. nur pun tersenyum bahagia melihatku karena ia telah di izinkan untuk ikut serta dalam agenda ini, aku melanjutkan perjalanan ke markas GAM untuk ke tempat pelantikan aku menginfokan di grub messenger rpk bahwa yang bisa diikutkan perempuan adalah fitri dan nur. fitri sudah medapat izin dari orangtuanya, dan nur sudah saya izinkan di tempat pklnya. respon pembina di grub massenger facebook, sangatlah tidak nyaman bagiku seolah olah kegiatan yang kami akan lakukan ini adalah salah, ‘bahaya pokoknya tidak boleh ikut perempuannya’. “Tante lina menelpon saya ia mengatakan bahwa janganko sekali kali ikutkan cewe cewenya ku telpon ini tante nur bilang jangan dibiarkan ikut” tapi saya tidak terlalu mengubris hal itu aku malah merasa bertambah yakin dengan apa yang saya telah buat. aku mendapat kabar dari nur bahwa salah satu Pembina dgnu datang kerumahnya membicarakan dengan keluarga nur agar nur tidak boleh ikut di acara ini.
Tapi sikap itu tidak saya tahu menaun saya bertanya ke nur,? kenapa bisa dgnu datang kerumahmu apa yang dia sampaikan dengan keluargamu. Jawab, ‘dgnu kak datang dirumah rapa rapa sekali baru sembarang na bilang’ terkejut mendengar kabar ini pada saat itu terlintas dipikiranku kenapa sehingga dgnu sampai melakukan hal semacam ini.
Kami yang akan pergi untuk kegiatan ini menyepakati permintaan dari Pembina bahwa jangan ikutkan perempuannya dalam kegiatan ini. okeey
Waktu memasuki mahgrib aslan dan Iqbal berdebat di grub soal Iqbal mengatakan lingkungan di sekitar saja belum kelar, sudah mau keluar. aslan yang tidak bisa menahan amarahnya sehingga aslan mau menghentikan kegiatan ini, karena argument tersebut, aslan down melihat kejadian itu marah dan akan membalas nanti. saya melhat ini di grub percakapan ini lalu kusampaikan ‘tunggu saya aslan’. Bergegas ke sekretariat rpk sesampai disana aku memanggil semua teman teman yang akan pergi, aku berusaha menenangkan mereka semua “kita jangan emosi, kalian semua mau pergi kan,? Jawab mereka, iya kak okee kalau begitu kita akan berangkat, jangan karena satu orang yang tidak menyukai kegiatan kita lalu kita gagalkan rencana ini, ketika kita sudah mengagendakan ini, dari jauh hari haram hukumnya apabila kita menggagalkannya.” Saya melihat wajah teman teman sudah mulai tenang dan menerima keadaan tetapi akram secara spontan berpendapat ‘aslan erokko palebbakikah’ aku mengigatkannya jangan kalau kau mau pergi, jangan begitu, kita akui bahwa peryataan Iqbal itu salah seharusnya ketika dia tidak menyukai minimal jangan di perlihatkan teman teman cukup ia yang tahu saja karena kalau hal seperti itu dilakukan teman teman akan kehilangan semangat atau down. sempat terpikir bahwa aku tidak jadi ke pelantikan GAM tetapi teman teman mengarahkanku untuk kesana nanti setelah pelantikan baru kita berangkat dan saya memutuskan untuk pergi pelantikan.
Kupun pulang dari pelantikan sekitar pukul 20:40 wita. kusampaikan ke teman teman bahwa siap siaplah semua lalu kita berangkat, Kami berangkat pada pukul 10.30. aku, adam, asdar, aslan, akram, eci, adira, ikki, imam, asri, asding dan acca yang fix berangkat malam ini, berdoa bersama, pamit, lalu kami berangkat.
Kami berhenti sejenak di pertamina untuk mengisi bensin di motor masing masing. tiba tiba ada pesan nur masuk ke messenger adam bahwa ia ingin ikut akan tetapi motor yang kita pakai ini sudah pas masing masing bergandeng 2 dan 6 motor. Aku mengigatkan adam ‘Sudah jangan balas pesan nur kita berangkat saja.’
saat berkendara menuju lokasi. kami beristirahat sebanyak tiga kali, berkendara dengan pelan dan berhati hati, memakan waktu kurang lebih tiga jam tiga puluh menit, perjalanan cukup lama karena cuaca yang tidak mendukung belum lagi kabut tebal yang menghalangi penglihatan kami saat berkendara yang pada saat itu diantara kami sering menabrak lubang. alhamdulillah kami sampai dengan selamat di lembanna, memarkir motor helm dan kunci motor di gabungkan jadi satu lalu kamu lanjutkan perjalanan ke lembanna untuk Camp sementara.
Tanggal 28 mei 2019
Setelah kami camp pada pukul 03.00 pagi, sebelumnya kita minum kopi dulu lalu makan bersama agar tubuh menjadi hangat karena cuaca, tidurpun lebih baik apabila perut terisi.
Pada pukul 06:30 saya terbangun melihat semua teman teman yang tidur dengan seadanya dan saling hempit menghempit, tak lama kemudian adira terbangun lalu ia melihat seekor sapi memasuki tenda, adira yang setengah sadar kaget dan membangunkan teman teman ‘ woii apa itu wee woii pa itu wee ‘ kami pun terbangun semua dan eci terinjak oleh sapi itu karena sapi itu yang memakan beberapa ransum kaget juga sebenarnya. katanya ia seperti melihat “setang” karena adira terbangun lansung berhadapan dengan muka sapi itu, Kamipun tertawa bertabahak bahak. gegara sapi itu saya tidak bisa tertidur lagi. Kemudian anak anak yang lain terbangun juga sembari itu kami membuat kopi terlebih dahulu setelah itu memasak karena setelah ini kami akan bersiap siap untuk packing dan melanjutkan perjalanan.
Aslan kedatangan teman bernama wahyu dan idul. Katanya ia ingin bersamaan untuk nanjak lagi pula tenda yang di bawa aslan punya wahyu. Kami juga bertemu dengan ikki salah satu mantan anggota rpk. Saya memanggilnya ‘mauko juga naik’ iye sama temanku, ‘iyo bersamaanmki pale’. Lalu asri mendapatkan jaringan di lembanna katanya ada pesan dari nur katanya iya mau nyusul lalu kami berdialog akhirnya aslan memustukan untuk menunggu nur dan uni dan ia akan bersama wahyu dan idul lalu akan menyusul kami.
30 juni 2019
Kami berdoa bersama. pamit dan berangkat kemudian kami beristirahat di sungai satu. Lalu kami melanjutkan perjanan dengan penuh candaan asdar sebagai dokumentasi, ia dokumntasi perjalan kami. kemudian kami singgah di sungai dua teman teman ingin beristirahat sekaligus mengisi air minum di botol masing masing. Tadi pada saat di perjalanan adam yang secara tiba tiba katanya kaki sebelah kanan dia keram lalu saya mencoba mengambil tas yang pakai agar bebannya kurang tetapi pada saat sesampai di sungai dua, pada saat yang sama asdin memotret teman teman dan alam di sekitar kita, tiba tiba adam lansung sehat kemudian memanggil asdin “ yah begini enak ini foto dulu dek asding” saya lansung menegurnya “ohh jadi kalau foto foto’ko tidak keramki kaki’nu dii” teman teman yang lain pun tertawa melihat gaya adam. Dalam pikiran saya, yang dari tadi mengendong tasnya alasan karena kakinya nyeri tetapi ketika ingin berfoto lansung sehat….
Kemudian membicarakan bahwa kita istirahat selanjutnya di sungai empat, pada proses perjalanan ke sungai empat hujan mulai turun kita tetap melanjutkan perjalanan karena mungkin hujan ini hanya hujan lewat saja. lalu kemudian sesampai di sungai 4 hujan badai datang. istirahat di sungai empat tidak terlalu lama kami hanya beristirahat sedikit kemudian mengisi air ke dalam botol masing masing lalu melanjutkan perjalanan, pada saat ingin mencapai talung kita harus melewati terlebih dahulu tanjakan licin tetapi sebelum itu akram sebagai leader, mengigatkan kepada kita semua bahwa bagaimana apakah kita memasang plesit disini, hujan badai juga sangatlah keras adira juga senada dengan akram bahwa ia ingin memasang plesit, saya melihat teman teman itu sudah terlanjur basah kuyuh kemudian kita akan sampai apabila kami melalui tanjakan licin ini. akupun mengigatkan akram bahwa kita melanjutkan saja perjalanan dan teman teman mengiakan semua berdoa bersama lebih dulu kemudian kami melanjutkan perjalanan,
Pada pukul 02:00 siang, kita sampai di talung, sesampai di talung suhu semakin dingin ditambah hujan badai dan juga di talung memang secara demografis itu dataran tinggi, teman teman segera memasang plesit, kemudian barang bawaan carel di tumpuk ditengah lalu kita di sekelilingnya . ikki bersama temannya ia membawa tenda sendiri tenda untuk empat orang.
Akan bersambung episode ke 2.
⤨ dgnu ( daeng nurung + pembina remaja peduli kampung )
⤨ Gam ( gerakan aktivis mahasiswa + salah satu organisasi kemahasiswaan resky suganda)
⤨ pkl ( praktek kerja lapang )
⤨ Tante lina menelpon saya ia mengatakan bahwa janganko sekali kali ikutkan cewe cewenya ku telpon ini tante nur bilang jangan dibiarkan ikut. ( tante lina "pembina rpk" menelfon resky dan mengakatan jangan sekali kali ikutkan perempaun rpk kalau tidak saya akan telfon tante nur bahwa nur jangan dibiarkan ikut dalam kegiatan ini)
⤨ dgnu kak datang dirumah rapa rapa sekali baru sembarang na bilang ( dgnu kak mendatangi rumahku tanpa memberitahu saya lalu ia menyampaikan tidak sesuai fakta + nur menyampaikan ke resky bahwa dgnu telah mendatangi rumahnya dan kemudian melapor ke keluarga nur agar tidak ikutkan )
⤨ aslan erokko palebbakikah ( aslan kamu mau menyelesaikannya + akram dalam perbincangan antara iqbal dan aslan )
⤨ woii apa itu wee woii pa itu wee ( woi ada apa itu + pada saat kaget dibangunkan oleh sapi )
⤨ mauko juga naik, iye sama temanku, iyo bersamaanmki pale ( kamu mau naik juga, iya bersama temanku, iya kita bersamaan saja )
⤨ yah begini enak ini foto dulu dek asding ( iyah seperti ini bagus kalau bagus minta tolong foto saya dulu dek asding )
⤨ ohh jadi kalau foto foto’ko tidak keramki kaki’nu dii ( jadi kamu kalau berfoto kakimu tidak keram ).
Etnografi -- Verbatime


Komentar
Posting Komentar